Kalkulator Penentuan Titik Impas dan Target Laba

Untuk menentukan titik impas (break event point- BEP) atau target laba dari suatu usaha, analisis biaya, volume, dan laba (cost-volume-profit (CVP) Analysis) menjadi salah satu alat yang dapat digunakan. Secara sederhana, CVP Analysis adalah suatu analisis yang mengukur bagaimana perubahan dalam biaya (baik biaya tetap maupun biaya variabel), volume penjualan, dan harga jual mempengaruhi laba usaha.

CVP Analysis merupakan instrumen yang berguna bagi manajemen dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan bisnis. Melalui CVP Analysis, manajer antara lain dapat menentukan jumlah unit yang harus terjual atau nilai penjualan yang harus dicapai untuk mencapai titik impas atau target yang ditentukan. Dengan kata lain, CVP Analysis memungkinkan manajer untuk melakukan analisis sensitivitas atas dampak perubahan harga atau biaya terhadap laba.

Penerapan CVP Analysis tidak dapat dilepaskan dari persamaan penghitungan laba dan persamaan total biaya yang ditunjukkan sebagai berikut.

Laba = Total Penjualan – Total Biaya … (1)

Total Penjualan = Harga Jual per Unit x Unit Terjual … (2)

Total Biaya = Total Biaya Tetap + (Biaya Variabel per Unit x Unit Terjual) … (3)

Dengan memasukkan Persamaan 2 dan 3 ke dalam Persamaan 1, diperoleh persamaan akhir (Persamaan 4) sebagai berikut.

Laba = (Harga Jual per Unit x Unit Terjual) – Total Biaya Tetap – (Biaya Variabel per Unit x Unit Terjual) … (4)

Persamaan 4 dapat juga digambarkan dalam format laporan sebagai berikut.

1.Total Penjualan (harga jual per unit x unit terjual)xxx
2.Total Biaya Variabel (biaya variabel per unit x unit terjual)(xxx)
3.Total Marjin Kontribusi (1 – 2)xxx
4.Total Biaya Tetap(xxx)
5.Total Labaxxx
Tabel 1. Laporan Penghitungan Laba

Berdasarkan Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa marjin kontribusi setidaknya memiliki nilai yang sama dengan total biaya tetap agar tercapai titik impas (BEP) atau lebih besar dari total biaya tetap agar diperoleh laba.

Kalkulator Penentuan Titik Impas dan Target Laba

Dengan menggunakan Persamaan 4 dan Tabel 1, tulisan ini akan menyajikan kalkulator yang memudahkan Anda untuk menghitung jumlah unit yang harus terjual atau total penjualan apabila ingin mencapai titik impas (BEP) atau target laba yang diharapkan.

Sebagai contoh diasumsikan Anda memiliki usaha penjualan aksesoris. Harga jual produk aksesoris Anda adalah sebesar Rp4.000 per unit dengan harga beli (biaya variabel) per unit sebesar Rp3.250. Apabila biaya tetap usaha Anda merupakan biaya sewa kios sebesar Rp450.000 per bulan, berapakah total unit yang harus terjual dan total penjualan per bulan agar (1) tercapai titik impas (tidak untung dan tidak rugi) dan (2) memperoleh laba sebesar Rp500.000?

Dengan menggunakan kalkulator tersebut, kita dapat dengan mudah menentukan bahwa agar (1) tercapai titik impas maka aksesoris yang harus terjual adalah sebesar 600 unit dengan total nilai penjualan sebesar Rp2,4 juta per bulan dan (2) memperoleh laba sebesar Rp500 ribu maka jumlah aksesoris dan total nilai penjualan per bulan adalah sebesar 1.267 unit senilai Rp5.068.000 (dibulatkan).

Referensi:

Mowen, Maryanne M., Don R. Hansen, dan Dan L. Heitger. (2014). Cornerstones of Managerial Accounting 5th Edition. South-Western Cengage Learning.

Was this helpful?

7 / 0

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *