Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) - Blog Pajak dan Bisnis

Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP)

Salah satu objek PPN adalah penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha. Penyerahan BKP adalah setiap kegiatan penyerahan BKP, termasuk:

  1. penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian. Perjanjian meliputi jual beli, tukar-menukar, jual-beli secara angsuran, atau perjanjian lain yang mengakibatkan penyerahan hak atas barang;
  2. pengalihan BKP karena suatu perjanjian sewa beli dan/atau perjanjian sewa guna usaha (leasing) dengan hak opsi;
  3. penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. Yang dimaksud dengan pedagang perantara adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya dengan nama sendiri melakukan perjanjian atau perikatan atas dan untuk tanggungan orang lain dengan mendapat upah atau balas jasa tertentu, misalnya komisioner. Sementara juru lelang adalah juru lelang pemerintah atau yang ditunjuk oleh pemerintah;
  4. pemakaian sendiri dan/atau pemberian cuma-cuma atas BKP. Pemakaian sendiri adalah pemakaian untuk kepentingan pengusaha sendiri, pengurus, atau karyawan, baik barang produksi sendiri maupun bukan produksi sendiri. Sementara pemberian cuma-cuma adalah pemberian yang diberikan tanpa pembayaran baik barang produksi sendiri maupun bukan produksi sendiri, seperti pemberian contoh barang untuk promosi kepada relasi atau pembeli;
  5. BKP berupa persediaan dan/atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. Hal ini disebabkan kondisi tersebut disamakan dengan pemakaian sendiri;
  6. penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan/atau penyerahan BKP antarcabang; dan
  7. penyerahan BKP oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam rangka perjanjian pembiayaan yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah, yang penyerahannya dianggap langsung dari PKP kepada pihak yang membutuhkan BKP.

Sementara itu, yang tidak termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP adalah:

  1. penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Makelar di sini merupakan makelar sebagaimana dimaksud KUHD yaitu pedagang perantara yang diangkat oleh Presiden atau pejabat yang berwenang. Mereka menyelenggarakan perusahaan mereka dengan melakukan pekerjaan dengan mendapat upah atau provisi tertentu, atas amanat dan atas nama orang-orang lain yang dengan mereka tidak terdapat hubungan kerja;
  2. penyerahan BKP untuk jaminan utang-piutang;
  3. penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau antarcabang dalam hal PKP melakukan pemusatan tempat pajak terutang;
  4. pengalihan BKP dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan. dan pengambilalihan usaha, serta pengalihan BKP untuk tujuan setoran modal pengganti saham, dengan syarat pihak yang melakukan pengalihan dan yang menerima pengalihan adalah PKP. Dalam kasus ini, apabila pengalihan BKP dilakukan oleh:
    • PKP kepada PKP lainnya, tidak ada PPN yang terutang karena tidak termasuk pengertian penyerahan BKP;
    • Pengusaha yang belum atau tidak dikukuhkan sebagai PKP, termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP sehingga terutang PPN namun tidak dipungut oleh Pengusaha tersebut arena belum atau tidak dikukuhkan sebagai PKP; atau
    • PKP kepada pengusaha yang belum atau tidak dikukuhkan sebagai PKP, termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP sehingga terutang PPN yang harus dipungut oleh PKP; dan
  5. BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan, dan yang Pajak Masukan atas perolehannya tidak dapat dikreditkan karena tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha atau merupakan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan.

Referensi:

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah s.t.d.t.d. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Was this helpful?

0 / 0

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *