Mengenal Strategi "Buy, Borrow, Die" - Blog Pajak dan Bisnis

Mengenal Strategi “Buy, Borrow, Die”

Wall Street Journal dalam artikelnya menjelaskan bagaimana sebagian orang kaya di Amerika Serikat menggunakan strategi “Buy, Borrow, Die” (“Membeli, Meminjam, dan Meninggal”) sebagai salah satu strategi untuk membiayai kehidupan mereka dan menghindari pajak. Mereka memanfaatkan momentum kenaikan harga saham dan tingkat bunga pinjaman yang rendah dalam rangka membiayai gaya hidup sekaligus meminimalkan (atau bahkan menghilangkan) tagihan pajak.

rikiasp.id strategibuy borrow die
Ilustrasi Pria Kaya (Gambar oleh Tumisu dari Pixabay)

Strategi “Buy, Borrow, and Die”

Secara umum, strategi “Buy, Borrow, and Die” dilakukan dengan memanfaatkan aset dengan nilai yang terus terapresiasi sebagai pengungkit (leverage) dalam rangka memperoleh pinjaman untuk membiayai segala kebutuhan. Aset yang terapresiasi hanya dikenakan pajak atas keuntungan dari kenaikan nilai aset (capital gain tax) ketika aset dimaksud dijual.

Alih-alih menjual aset, beberapa orang super kaya menggunakan aset tersebut sebagai jaminan (agunan) untuk memperoleh pinjaman. Mengingat pinjaman tidak termasuk ke dalam kategori penghasilan yang dikenakan pajak, mereka dapat memperoleh dana tanpa harus membayar pajak atas keuntungan dari kenaikan nilai aset. Pada akhirnya ketika mereka meninggal, sesuai ketentuan di Amerika Serikat, nilai aset akan disesuaikan kembali mengikuti harga pasar (stepped-up basis) dan aset tersebut kemudian dapat dijual untuk melunasi pinjaman atau diwariskan—tanpa ada pajak atas keuntungan dari kenaikan nilai aset yang harus dibayar.

Penjelasan atas masing-masing tahapan di dalam strategi “Buy, Borrow, and Die” adalah sebagai berikut.

Strategi Buy (Membeli)

Strategi pertama dalam “Buy, Borrow, Die” adalah Buy (Membeli). Anda harus membeli aset dengan nilai yang diprediksi akan mengalami peningkatan di masa mendatang misalnya saham, real estat, dan lain sebagainya. Membeli kendaraan tentu bukan merupakan pilihan bijak mengingat pada umumnya kendaraan akan mengalami penurunan nilai sepanjang tahun. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa aset yang dibeli dapat digunakan sebagai kolateral atau jaminan atas pinjaman.

Strategi Borrow (Meminjam)

Tahap kedua yaitu menggunakan aset sebagai jaminan pinjaman untuk memperoleh dana. Ketika Anda membutuhkan dana, menjual aset dengan nilai yang telah meningkat tentu berimplikasi pada timbulnya kewajiban untuk membayar pajak atas keuntungan dari kenaikan nilai aset. Oleh karena itu, Anda tetap dapat memperoleh dana tanpa harus membayar (atau menangguhkan pembayaran) pajak atas kenaikan nilai aset dengan menggunakan aset dimaksud sebagai agunan pinjaman. Selain itu, pinjaman yang diterima juga bukan dikategorikan sebagai penghasilan yang dikenakan pajak.

Beberapa lembaga keuangan, misalnya bank, memberikan berbagai instrumen pinjaman kolateral dengan tingkat suku bunga yang rendah dan fleksibilitas dalam pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Anda dapat menyisihkan sebagian pinjaman yang diterima untuk membayar angsuran bunga dan/atau pokok pinjaman.

Strategi Die (Meninggal)

Meninggal merupakan akhir dari kehidupan setiap manusia dan juga menjadi titik puncak di dalam strategi “Buy, Borrow, Die“. Ketika meninggal, nilai aset akan disesuaikan berdasarkan harga pasar terkini sehingga tidak ada pajak atas kenaikan nilai aset. Ahli waris Anda dapat memperoleh aset dimaksud tanpa harus terbebani pajak yang tinggi dan menggunakannya untuk melunasi pinjaman atau membiayai kehidupan mereka.

Penerapan strategi “Buy, Borrow, Die” di Amerika Serikat sebagaimana dijelaskan di dalam artikel tentu tidak serta merta dapat secara langsung diaplikasikan sepenuhnya di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya perbedaan dalam bentuk regulasi perpajakan, persyaratan pemberian pinjaman, profil risiko individu, dan faktor-faktor lainnya. Namun demikian, beberapa dari kita, orang tua kita, saudara kita, atau teman-teman kita mungkin pada dasarnya juga telah menerapkan strategi “Buy, Borrow, Die“, baik secara sadar maupun tidak.

Sebagai contoh, bayangkan Anda berniat untuk membeli sebuah rumah. Bagaimana strategi “Buy, Borrow, Die” dapat Anda terapkan dalam contoh ini? Silakan gunakan imajinasi Anda dengan menggunakan penjelasan di dalam artikel ini.

Was this helpful?

0 / 0

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *