Kalkulator Penentuan Harga Jual Produk

Kalkulator Penentuan Harga Jual Produk Versi 0.1 (Februari 2022) ini dibuat untuk mempermudah Anda untuk menentukan harga jual produk secara tepat dan cepat. Selain itu, Kalkulator ini juga dapat diaplikasikan untuk menentukan harga jual jasa yang Anda berikan kepada pelanggan Anda.

Terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam Kalkulator ini untuk menghitung harga jual produk atau jasa yaitu:

  1. Markup Pricing, yaitu penentuan harga jual produk dengan menetapkan nilai markup atas harga pokok produk; dan
  2. Margin Pricing, yaitu penentuan harga jual produk dengan menetapkan margin laba/profit yang diinginkan dari harga jual produk.

Kalkulator Penentuan Harga Jual Produk ini dapat Anda akses secara langsung dengan mengisikan data-data di kolom berikut. Kami menghargai privasi Anda sehingga data yang Anda sampaikan tidak kami simpan.

Pada dasarnya, pemilihan metode penentuan harga jual produk atau jasa yang akan digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik bisnis atau usaha yang dimiliki. Adapun materi dan pengaplikasian masing-masing metode tersebut dijelaskan sebagai berikut.

Metode Markup Pricing

Di dalam metode markup pricing, harga jual produk ditentukan dengan menambahkan nilai markup tertentu dari harga pokok produk. Umumnya nilai markup yang digunakan berupa persentase tertentu dari harga pokok produk sehingga secara sederhana metode markup pricing dapat dirumuskan sebagai berikut.

Harga Jual Produk = Harga Pokok Produk + (Harga Pokok Produk x % Markup)

Sebagai contoh Tuan A memiliki usaha pembuatan tempe berskala mikro dengan harga pokok produk per tempe adalah sebesar Rp1.000 (Cek artikel tentang penghitungan biaya produksi barang atau jasa di tautan berikut). Dalam penentuan harga jual produk tempe, Tuan A menggunakan markup pricing dengan menetapkan nilai markup sebesar 20% dari harga pokok produk. Dengan menggunakan Kalkulator Penentuan Harga Jual Produk, harga jual produk tempe adalah sebesar Rp1.200 per buah.

Metode Margin Pricing

Berkebalikan dengan metode markup pricing, di dalam metode margin pricing harga jual produk bergantung pada tingkat margin yang diinginkan. Margin (%) ini dihitung dengan membagi laba bruto dengan harga jual produk misalnya produk dengan harga jual sebesar Rp1.000 dan harga pokok sebesar Rp900 memiliki margin laba bruto sebesar 10% (Rp100/Rp1.000).

Margin = (Harga Jual Produk – Harga Pokok Produk)/Harga Jual Produk

Melanjutkan contoh sebelumnya, Tuan A selain melakukan penjualan secara langsung kepada pelanggan juga memutuskan untuk menjual tempenya melalui lokapasar TokoOrange. Tuan A menyadari bahwa setiap penjualan melalui TokoOrange dikenai fee sebesar 0,5% dan terdapat PPh atas penghasilan dari UMKM sebesar 0,5% dari penjualan bruto. Selain itu, Tuan A juga memperoleh informasi bahwa pada umumnya pedagang tempe di TokoOrange mengambil margin bersih sebesar 19% (setelah dikurangi fee TokoOrange dan pajak) sehingga ia memutuskan untuk mengambil margin dalam jumlah yang sama.

Dengan menggunakan Kalkulator Penentuan Harga Jual Produk, diketahui bahwa untuk memperoleh margin bruto sebesar 20% (agar nilai margin bersih sebesar 19%) harga jual produk tempe Tuan A adalah sebesar Rp1250 per buah. Dengan harga jual produk sebesar Rp1.250, harga pokok produk sebesar Rp1.000, dan fee serta pajak sebesar Rp12,5 (1%), diperoleh laba bruto sebesar Rp237,5 dengan margin sebesar 19% (Rp237,5/Rp1.250). Bandingkan jika Tuan A menggunakan metode markup pricing dengan markup sebesar 20% dari harga pokok produk maka harga jual produk hanya sebesar Rp1.200 per buah dan margin laba bruto menjadi sebesar 15,67%.

Metode Lainnya

Selain metode markup pricing dan margin pricing, terdapat beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual produk atau jasa, misalnya menetapkan harga jual produk yang serupa atau identik dengan harga jual yang ditetapkan oleh kompetitor untuk menghindari persaingan di level harga. Apa pun metode yang digunakan pada prinsipnya haruslah disesuaikan dengan strategi dan tujuan bisnis yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan.

Tautan Berguna

Selain Kalkulator Penentuan Harga Jual Produk, Blog ini juga menyediakan beberapa alat (tools) terkait yang mungkin berguna bagi bisnis Anda seperti:

  1. Kalkulator Penentuan Titik Impas (BEP) dan Target Laba;
  2. Kalkulator Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan;
  3. Kalkulator Optimalisasi Saat dan Jumlah Pemesanan Persediaan; dan
  4. Kalkulator Pajak UMKM.

Was this helpful?

3 / 0

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *